News

News

Sort by time

Search by keywords

07Nov

Advokat Sebagai Penegak Hukum atau Hanya Sebagai Pembela

advokat, penegakhukum, pembela

Dalam perdebatan menjelang didirikannya Ikatan Advokat Indonesia (IKADIN) tanggal 10 November 1985 di Hotel Indonesia terjadi perdebatan sengit tentang istilah profesi advokat atau dengan nama lain dari peserta-peserta anggota Persatuan Advokat Indonesia (PERADIN) dan peserta-peserta anggota non PERADIN dari organisasi-organisasi lain yang tidak setuju profesi ini dinamakan advokat. Mereka berkilah advokat itu berbau asing dan lebih baik profesi membela klien atau masyarakat ini dinamakan pengacara, penasihat hukum, pengabdi hukum, pelayan hukum dan lain-lain. Seperti kita ketahui Ikatan Penasehat Hukum Indonesia (IPHI) didirikan tahun 1992 melalui Musyawarah Nasional ke II di Yogyakarta. Kemudian Himpunan Advokat dan Pengacara Indonesia (HAPI) dibentuk bulan November 1992 di Tretes, Jawa Timur dan dideklarasikan tanggal 10 Februari 1993 di Jakarta.

Read more

09Sep

Sejarah Advokat Indonesia dan Tokoh-Tokoh Memperjuangkan Rule of Law

sejarahadvokat, tokohnasional, advokat

Sebagaimana kita ketahui, dilihat dari Anggaran Dasar maupun Anggaran Rumah Tangga organisasi-organisasi advokat di Indonesia semenjak zaman PERADIN, IKADIN dan PERADI. Semua organisasi profesi advokat ini berpijak kepada tujuan menciptakan negara hukum (Rechsstaat) yang memperjuangkan dan menegakkan hak asasi manusia dan peradilan yang jujur, adil, terbuka dan mandiri dalam menegakkan hukum, keadilan dan hak asasi manusia.

Read more

12Aug

Mafia Tanah Problem Nasional dan Dirasakan Penderitaannya oleh Rakyat

mafiatanah

Sebagai negara hukum peran peradilan itu sangat penting dalam menghadapi kasus mafia tanah ini. Diperlukannya sinergi yang kuat dari Mahkamah Agung, Jaksa Agung, Jaksa Tinggi, Kapolri, Kapolda, DPR serta DPRD agar mafia tanah dapat diberantas.

Read more

08Jun

Apakah Profesi Mulia ini Dapat Dinamakan sebagai Officium Nobile?

officiumnobile, advokat

Apakah masih berlaku atau pantas label itu digunakan sebagai label dari yang dinamakan sebagai “profesi yang mulia” ini? atau istilah kerennya adalah “officium nobile” terhadap advokat sebagai profesi yang mulia ini? masih pantaskah profesi yang sejatinya harus membela seseorang tidak peduli akan latar belakangnya dari etnis mana, warna kulit mana, latar belakang sosial ekonomi yang berlainan, asal usul kelompok sosialnya, idelogi politiknya dari mana atau seringkali dibilang sebagai “equality before the law” atau “persamaan dihadapan hukum” sebagai prinsip dari pembelaan seorang advokat yang tidak peduli akan asal usul atau latar belakang sosialnya dan statusnya darimana. Tidak memperdulikan latar belakang klien yang dibelanya atau berpegang pada prinsip kemanusiaan, hal – hal ini yang harus menjadi pegangan profesi advokat. Karena itulah profesi yang dianggap mulia ini dinamakan “officium nobile”.

Read more

10Mar

Jual Beli Putusan Pengadilan Sudah Lama Terjadi

Sudah 100 tahun yang lalu mantan Presiden Amerika Serikat, Abraham Lincoln, menulis dalam bukunya yang kurang lebih berkata: “Bilamana seseorang memilih profesi advokat sejak semula sudah bertekad untuk tidak melakukan kejahatan atau menjadi bajingan. Dia harus “clear”, artinya harus betul-betul bersih untuk tidak melakukan perbuatan seperti menyuap, menyogok atau melanggar hukum apapun alasannya. Sebaiknya dari semula menjauhkan diri atas perbuatan melanggar hukum atau dia harus berprofesi lain agar tidak mencederai profesi advokat, pilihlah profesi lain. Ini peringatan yang sudah lama berlaku di negara-negara yang menganut sistem demokrasi sehingga integritas profesi advokat dan profesi hukum termasuk hakim dianggap tinggi dan terhormat.”

Read more

Close

Search